Breaking News
Loading...
Wednesday, 21 May 2014

Penyesalan Chapter 1



CHAPTER PERTAMA
          Disebuah sekolah ternama yang di daerah jawa barat, SMK BINA ANAK BANGSA adalah sekolah favorit yang tidak semua orang dapat masuk ke sekolah itu, hanya orang orang dari kelas Elite dan Orang orang pintar yang dapat duduk di salah satu bangku sekolah disana, disana juga terdapat 3 anak yang paling dihormati dan disegani baik dari kalangan anak pintar, kaya, maupun dari guru sekalipun mereka biasa dipanggil The Three Prince ( Tiga Pangeran ).
          Diantara tiga pangeran itu ada Asep Permana, anak orang kaya yang tampil mempesona, ayahnya adalah CEO pemilik 4 Perusahaan terbesar di Indonesia yang saat ini menjadi perusahaan terbaik ke 2 di Indonesia. Selain Asep permana, ada Prana M Maulana, anak pintar yang disegani oleh seluruh guru, dia menjuarai lomba matematika dari seluruh sekolah, ayahnya adalah kepala sekolah SMK BINA ANAK BANGSA sendiri. Yang terakhir ada Gylang Satria Yudha, Anak orang kaya yang paling misterius, dia dikenal sebagai Cool Prince ( Pangeran dingin ), dia selalu tampil paling  cuek dan dingin dari ketiga anggota the Prince itu, dia adalah anak yang tebilang sangat kaya, bahkan keluarga asep permana tunduk pada kekayaan keluarga Gylang, dan kedua perusahaan mereka bargabung menjadi perusahaan terbesar yang di pimpin oleh ibu Gylang satria Yudha, Gylang juga adalah anak tunggal dari ibu dan ayahnya yang memiliki perusahaan terbesar di Indonesia, merekalah yang mengendalikan perekonomian Indonesia…
          Disebuah kelas 2B yang sedang ramai ramainya karena tidak ada guru yang masuk, disanalah kisah cinta ini muncul, anggota the prince yang memang selalu bersama sedang melakukan aktivitasnya masing masing.
“ Hei Pran, sudah jangan baca buku terus, bosan tau!...” kata asep sambil mengambil buku Prana.
“ hei hei hei, kamu menggangu saja, dasar….” Ucap prana kembali mengambil bukunya.
“ Gyl, kenapasih dari tadi kamu melamun terus, mikirin cewek ya?” kata asep yang membuat prana tertarik mengikuti perbincangan itu.
“ Hehehe, mungkin Gylang lagi jatuh cinta..” kata prana dengan senyumnya yang menawan….
“ Hm, kalian menggangu saja “ ucap Gylang yang memang sedari tadi sedang memerhatikan seseorang.
Asep dan Prana yang penasaran mencoba mencari arah apa yang dilihat Gylang…. Dan
“ wah wah wah, ternyata benar” ucap mereka berdua sambil melirik masing masing…
“ benar apanya” ucap Gylang melirik mereka berdua.
“ tuh kamu merhatiin dia kan? Kata prana sambil menunjuk kepada seorang wanita cantik yang sedang duduk dan mengobrol dengan sahabatnya.
“ kalo kamu suka sama dia samperin dia aja, Ayo” ucap prana sambil berdiri dari kursinya, menyeret Gylang yang sedang duduk untuk menghampiri wanita itu…
“ mulailah prana menggila, gara gara novel yang dibuat Yandi, dia jadi menggila begitu” kata asep sambil menggelengkan kepala.
“ hei apa yang akan kamu lakukan pran..?” kata Gylang dengan kesalnya karena dia diseret secara paksa.
“ Hm, Rani ini dia mau berbicara!” kata prana kepada wanita yang dari tadi diperhatikan Gylang.
“ yasudah aku pergi dulu… hehehe” ucap prana sambil berbisik ke Gylang dan pergi begitu saja…
“ hei “ kata Gylang memanggil prana yang beranjak pergi.

Prana tetap saja menghampiri asep tanpa memperdulikan Gylang…
“ apa Gyl?” ucap Rani membuat Gylang menoleh ke wajah cantiknya.
“ Hm, nggak “ ucap Gylang sambil mencoba pergi, TETAPI…
“ et, mau pergi kemana dulu “ ucap erni sahabatnya rani “ Kamu suka pada rani ya?” ucap erni lagi sambil berbisik pada Gylang.
“Nggak” Ucap Gylang singkat padat dan jelas, dengan ekspresi dinginnya dia terlihat jujur dengan kata kata yang 1800 berbeda dengan perasaannya.
“ OH, nih “ lanjut erni sambil memberikan secarik kertas kepada Gylang “ hubungi aku lagi nanti “ ucap erni yang masih berbisik padanya.
“ Hmm, anak anak sekarang ulangan “ ucap guru yang bernama bu yeni dengan tiba tiba, guru yang biasa disebut monter oleh mereka karena kedatangan yang tiba tiba juga dengan perkataannya yang selalu ulangan.
Semua murid terdiam tanpa ada kata kata, mereka terlalu tidak berani berbicara saat ada guru itu, karena sekali membuat masalah dengan guru tersebut masalahnya tidak akan selesai. Bahkan anggota the prince itupun tidak berani berbicara..
“ yes ulangan..” kata prana dalam hati..
“ pran “ ucap asep sambil mengedipkan sebelah matanya menandakan dia ingin menerima contekan, prana hanya menggeleng gelengkan kepala saja melihat kelakuan asep yang sudah terbiasa mencontek…. Gylang hanya santai saja karena dia juga terbilang anak yang pintar…
Setelah guru tersebut membagikan kertas ulangan, anak anak kalo sudah selesai kumpulkan, dan kalian boleh istirahat….
5 Menit Kemudian prana berdiri menghampiri guru tersebut, “ Bu saya sudah selesai “ ucap prana bangga, sambil menghampiri pintu, dia berbalik dan mengacungkan jempolnya ke asep…. Menandakan semoga beruntung..
“ huh dasar pelit..” ucap asep…
“Nih, jangan sampai ketahuan “ kata Gylang sambil memberikan kertas ulangannya kepada asep…
“ terimakasih kawan kamu memang sahabat terbaikku.” Ucap asep dengan sangat terharu.
Baru saja asep akan mengambil kertas jawaban itu…
“ Sudah selesai? Sini “ ucap bu yeni dengan ekspresi wajah yang menyeramkan, Gylang pun dengan terpaksa memberikan kertas tersebut kepada bu yeni…
“ maaf kawan, aku ketahuan, kapan kapan saja ya” ucap Gylang menepuk pundak asep dan pergi ke luar ruangan, yang ternyata sudah ada prana yang menunggunya…
“ seperti biasa, kamu menjadi yang kedua” kata prana….
“ hm suatu saat aku yang akan menjadi yang pertama” ucap Gylang tersenyum licik…
Sementara itu, “ mati aku, mati, aku tidak tahu semua jawaban ini…” ucap asep dalam hatinya.

30 Menit  kemudian..
“ anak anak, waktu habis, cepat kumpulkan…” ucap bu yeni masih dengan wajah yang menyeramkan…
“ sial, aku belum menjawab semuanya…” kata asep dalam hati, dan dengan sangat terpaksa dia harus menyerahkan jawabanya ke bu yeni, agar terhindar dari amukan macan itu….
“ seperti biasa kamu menjadi yang ketiga…” kata Prana dan Gylang bersamaan…
“ ahh, awas ya, nanti kalian…” kata asep dengan kesal.
“ loh kenapa aku dibawa bawa juga.” Kata Gylang
“ ya kamu tadi ninggalin aku, yasudah kita ke kantin aja yuk…” ucap asep….
Dengan berbarengan mereka pergi ke kantin sekolah, hamper setiap mata memandang mereka, mereka bias dikatakan artis di sekolah ini, anak dari ketiga keluarga kaya dan terhormat, dan tampan pula; dengan rambut keren, baju yang dikeluarkan serta senyum yang menawan, asep selalu menjadi yang pertama dimata wanita, banyak yang selalu mengejarnya; dengan tatanan rambut rapih, baju pendek dan rompi serta dasi warna biru langit yang dikenakannya, prana terlihat menawan, dan elegan; dengan rambut keren, berbaju rapi, serta dasi yang tidak pernah ditinggalkanya disekolah, dengan tanganya yang selalu masuk ke saku celananya, serta lengan baju yang dilipat, Gylang juga sering di incar oleh wanita misterius pula, banyak nomer nyasar yang meminta Gylang menjadi pacar mereka, Gylang tidak pernah memberikan sedikitpun respon pada nomer nyasar itu….
Beberapa jam kemudian…
TENG TENG TENG TENG
Bel sekolah mulai berbunyi menandakan waktunya pulang, setiap siswa pulang dengan kendaraannya masing masing, “ sep nebeng ya, jemputanku gak akan datang, soalnya ibuku mau pulang dari amrik..” ucap seseorang yang dikenal bernama gylang.
“ Oke, tapi aku mau main dulu, biasa cari pemandangan dan refreshing, besok kan hari minggu.” Ucap asep dengan penjelasannya…
“ gak apa apalah, aku ikut…” ucap Gylang.. “ ngomong ngomong prana kemana ya? “ kata Gylang.
“ dia udah duluan bareng ayahnya..” jawab asep.
“ Oh, berangkat aja yuk, bosan berdiri disini.” Ucap Gylang sambil menaiki mobil Ferrari asep yang mewah..

Selama perjalanan, mereka mengobrol dari mulai obrolan lucu sampai yang garing, dibalik sifat dinginya Gylang itu memiliki sifat lembut, hangat dan setia kepada orang yang mempercayainya, dan membelanya…
Sesampainya disuatu tempat, yang ternyata disebuat pantai yang indah…
“ sip, udah nyampe, jalan jalan yuk.” Ucap asep pada Gylang.
“oke” ucap Gylang dengan bersemangat.
Dengan cuaca yang cerah, hanya sedikit awan yang menghiasi langit biru, dengan matahari yang menerangi pantai, yang membuatnya semakin indah, Gylang berbaring di bangku di pantai sambil menatap keindahan laut yang mempesona dengan baju yang terbiasa rapi, kini berantakan tiupan angina menghembus dirinya, menjadikan efek yang menawan, banyak wanita pantai yang memandangi dirinya, sedangkan asep yang ternyata entah pergi kemana? Sedang duduk di sebuah kursi di bawah pohon yang rindang…
“ sudah menunggu lama ya?.” tanya seorang wanita pada asep.
“ nggak, baru aja aku datang” jawab asep, “ maaf ya, aku  harus merahasiakan hubungan kita, aku gak mau hubungan aku dan Gylang hancur, dengan hancurnya hubunganku dan Gylang, hancurnya juga perusahaan milik keluargaku, karena perusahaan kami ada ditangan perusahaan milik Gylang.” Ucap asep pada wanita itu.
“ iya gak apa apa, aku juga ngerti kok.” Ucap wanita itu sambil menyandarkan kepalanya pada pundak asep.
Dengan terpancarnya sinar matahari yang lembut membuat keadaan mereka yang terkesan romantic.
“ sejujurnya aku takut kamu meninggalkan aku.” Ucap wanita itu kepada asep dengan nada lembutnya.
“ aku berjanji gak akan pernah meninggalkan kamu.” Ucap asep pada wanita itu, sambil memegangi tangan wanita itu asep berbicara..
Sementara ditempat lain…
“ kakak, boleh saya difoto bareng kakak?...” ucap wanita yang imut kepada Gylang.
“ boleh…” jawab Gylang sambil berdiri mengubah posisi tubuhnya…

Clik, clik, clik.
“ makasih ya kak, kakak emang ganteng… hehehe” ucap wanita itu kepada Gylang dengan senyumnya yang imut.
“iya, kamu juga cantik ko, kamu itu imut, emh, ngomong ngomong kamu sekolah dimana ya?” Tanya Gylang yang membuat wanita itu tersipu..
“ aku sekolah di SMK Bina Anak Bangsa, baru pindah kemarin..” ucap wanita itu kepada Gylang yang membuat Gylang terkejut..
“ oh kamu satu sekolah dong sama aku? Kamu duduk di kelas berapa?...” tanya Gylang lagi..
“ kelas 2E kak, aku baru pindah tadi, oh ngomong ngomong kak, boleh minta nomer kakak gak, soalnya aku mau tahu lebih luas tentang sekolah ini..” ucap wanita itu berharap…
“ iya, ini “ jawab Gylang sambil memberikan kartu nama dirinya..
“ makasihnya kakak, kakak itu udah ganteng baik lagi… hehehe…” ucap wanita itu memeluk Gylang dengan tiba tiba…
“ eh “ belum sampai Gylang berbicara wanita itu sudah pergi “ kakak, sampai jumpa hari senin ya..” ucap wanita itu berlari menjauhi Gylang…
“ eh padahal aku mau bertanya namanya…, trus kemana sih asep sekarang kan hamper jam 5 “ ucap Gylang sambil melihat jam tanggannya..
“ sebaiknya aku mencari dia..” ucap Gylang beranjak pergi.

Ditempat lain.
“ aku sayang kamu..” ucap asep.
“ aku juga sayang kamu..” kata wanita yang bersama asep..
Perlahan asep mendekatkan wajahnya pada wanita itu, perlahan lahan wajah mereka bertemu, bibir mereka saling bertemu, dengan suasana yang sunset yang romantic mereka berciuman, ciuman yang sangat mesra dan dipenuhi rasa cinta…

Dibalik bayangan seseorang melihat asep dan wanita itu berciuman..
“ aku sayang kamu, meski disekolah kita seperti tidak kenal tapi aku tetap sayang kamu. Ucap asep mengakhiri acara ciuman mereka.
“ aku juga sayang kamu..” ucap wanita itu.

Perlahan bayangan itu pergi, menjauhi mereka berdua, setelah cukup jauh dari posisi mereka berdua, sesok bayangan itu menampakan dirinya, menatap langit yang sangat cerah, matanya perlahan meneteskan air matanya, setetes demi setetes air matanya berjatuhan pada pasir yang dengan cepat menyerap cairan itu. Ia dengan sangat perlahan mengambil handphonenya dan mengetik sebuah nomer…
“ pak jemput saya di pantai biasa tempat saya dan ibu saya liburan..” ucap sosok itu.
“ baik saya akan datang secepat kilat… “ ucap bapak supir pribadi keluarganya..

Dengan airmatanyang yang telah meleleh keluar dari matanya, dengan hantinya yang serasa hancur, dia menelepon seseorang…
“ sep aku duluan ya, lama aku nungguin kamu.” Ucap Gylang dengan nada seperti biasa.
Di tempat lain.
“ iya, maaf ya, aku lagi ada sibuk barusan aku ketemu sama teman lamaku…” ucap asep dari telpon

Beberapa menit kemudian..
“ tuan muda, ayo pulang “ ucap seseorang sambil menepuk sesosok manusia yang bernama Gylang.
“ ayo pak.. “ ucap Gylang yang telah dari tadi menghapus jejak air matanya.

Ditempat lain..
“ udah sore, pulang yuk..” ucap asep pada wanita itu
“ iya, nanti aku dimarahi ibuku lagi.. “ jawab wanita itu.

Mereka beranjak pergi dari tempat tersebut menuju tempat parkir mobil asep…

Siapakah sosok wanita yang tekah berhasil membuat Gylang menangis tersebut, baca chapter selanjutnya…

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan berikan komentar anda :), baik berupa Kritik dan Saran Seputar Postingan saya diatas, atau anda bisa mengetikan pertanyaan , atau pernyataan seputar Postingan saya diatas :)

 
Toggle Footer